Ku ambil handphoneku yang terletak di sisiku, lalu mengetik sebuah pesan pendek.

“Temui aku di tempat kemarin, aku ingin tahu seberapa besar nyalimu” isi smsku padanya.

“Tentu, kau akan lihat seberapa besar cintaku” balasnya tidak lama kemudian.

Esoknya aku menuju tempat yang kami janjikan. Dia lagi-lagi sudah menunggu di sana. Lagi, dengan dada berdebar ku temui dirinya. Hari ini aku ingin memperjelas tentang hubungan kami.

“Udah lama?” tanyaku padanya.

“Gak juga”

Fuck student girl indonesia

“Tio, kamu yakin dengan apa yang kamu sampaikan padaku waktu itu?” tanyaku padanya, yang tentunya maksudku adalah kata-katanya bahwa dia menyukaiku, mencintaiku.

“Tentu, apa kamu ragu?” tanyanya. Bukan masalah apakah dia benar-benar mencintaiku apa tidak, aku sudah yakin itu. Tapi apa kami harus mengkhianati pasangan kami masing-masing. Tidak ku pungkiri kalau aku juga sudah jatuh hati padanya. Bahkan bersamanya jauh terasa nyaman dibandingkan dengan Randi pacarku sendiri.

“Terus, apa yang bisa kamu berikan untuk meyakinkanku?” tanyaku padanya. Sebenarnya aku hanya ingin mengujinya saja, aku ingin tahu apa yang akan dia jawab.

“Lautan, bahkan gunung kalau perlu.. hehe” jawabnya bercanda. Ternyata dia malah bercanda. Aku tidak tahu bercandaannya itu karena dia tidak tahu jawaban, ingin menggombal atau ingin membuatku tertawa, yang jelas itu tidak lucu.Cerita Mesum Hot Terbaru:

“Jangan sok romantis deh..” kataku dengan wajah sebal. Sesaat kemudian wajahnya mendadak menjadi serius, dengan melihat ke arah jalanan yang cukup ramai dia mulai bicara.

“Ya, aku mencintaimu Nia, memang aku tidak tahu apa yang bisa aku berikan. Aku bukan orang yang bisa menjanjikan apa-apa. Tapi percayalah, aku sungguh mencintaimu. Aku tidak kuasa membendung perasaan ini,” katanya. Kata-katanya membuat aku terdiam, dia menjadi sangat serius dengan jawaban yang keluar dari mulutnya.

“Ini terakhir kali aku akan menanyakannya, apa kamu mau jadi milikku?” pertanyaan itu lagi. Sebuah pertanyaan yang terasa sangat berat untuk ku jawab. Aku memang menyukaimu Tio, tapi aku sudah punya pacar, kamu juga sudah ada yang punya. Aku menyukai Randi, kini aku menyukai kalian berdua. Tapi aku tidak ingin membohongi hatiku lagi, bahwa aku juga suka dia. Aku anggukkan kepalaku sambil tersenyum padanya.

Cerita Mesum Hot Terbaru | Hari itu sangat panas, matakuliah yang berat ini akhirnya selesai juga. Aku ingin segera kembali dan menenangkan pikiranku. Sedikit mencari hiburan dengan menonton DVD rental yang belum sempat aku tonton. Segera ku berjalan ke arah halte depan kampus sendirian. Biasanya aku tidak pulang sendiri, tapi diboncengi pacarku Randi. Tapi hari ini dia ada kuliah tambahan yang lain sehingga mau tidak mau aku terpaksa pulang sendiri naik bis.

Cerita Mesum Hot Terbaru:

“tutut.. tutut..” sebuah pesan pendek masuk ke handphoneku saat menunggu bis di halte. Ku lihat siapa yang mengirim, aku berharap dari Randi, berharap kalau dia bisa mengantarku. Tapi ternyata itu dari nomor yang tidak ku kenal.

“Hai Nia, sendirian aja?” isi sms itu. Sontak ku kaget isi sms itu. Dia tahu aku sendiri berarti dia ada di sekelilingku. Ku sapukan padanganku di sekeliling, berharap mengetahui siapa orang itu. Tapi keadaan halte yang cukup ramai membuatku tidak bisa menebak orangnya. Dari anak muda sampai orang tua ada di sana. Aku hanya berharap dia bukanlah seorang stalker yang punya maksud jahat kepadaku. Tidak ku acuhkan sms itu dan memasukkannya kembali ke dalam tas.

Esoknya nomor itu kembali mengirim pesan padaku, tepat saat aku sedang ada kelas dan dosenku sedang mengajar.

“Hai Nia, udah makan? Jangan telat yah makannya, ntar kamu sakit.” Kali ini aku penasaran dan mengirim balik pesan padanya.

“Ini siapa?” balasku singkat. Lama ku tunggu ternyata tidak juga ada balasannya. Sempat terpikir kalau ini dari seorang pengagum rahasiaku, membuat aku tersenyum-senyum sendiri. Ternyata benar, beberapa saat kemudian sms darinya masuk.

“Aku penggemarmu, aku suka kamu” isi pesan pendeknya. Membuat aku tersenyum dan hampir tertawa membaca smsnya. To the point amat dianya.

“Niaaa! Kenapa kamu senyum-senyum gitu?” suara berat itu mengagetkanku.

“Kalau tidak memperhatikan lebih baik kamu keluar saja.” Duh, aku kena sembur dosenku. Sungguh malu rasanya. Sial, gara-gara sms ini.

“Maaf, pak..” kataku mohon ampun pada pak Surya. Untung saja aku masih diperbolehkan mengikuti kelasnya.

Setelah itu, orang misterius ini semakin sering saja mengirim sms padaku. Aku juga mulai membalas tiap smsnya walau hanya sekedarnya. Sampai saat ini aku belum memberi tahu Randi masalah ini. Karena ku menganggap wajar saja kalau ada cowok disana yang mengagumiku. Makin lama aku makin penasaran siapa orang ini. Sebelumnya dia tidak pernah memberi tahuku siapa dia. Setelah aku desak barulah dia mau mengatakannya. Namanya Tio, mahasiswa jurusan teknik mesin yang satu angkatan juga denganku. Teknik mesin? Berarti itu jurusan yang sama dengan pacarku Randi. Apakah dia tahu aku dan Randi memiliki hubungan? Aku masih belum tahu itu. Dan aku juga tidak berminat mencari tahunya saat ini.

Tiap hari, baik pagi maupun sore dia selalu menanyai kabarku. Bahkan sepertinya dia lebih perhatian dari pada pacarku sendiri. Aku juga mulai tertarik mengikuti obrolannya, selera humornya yang tinggi membuat aku tersenyum dan tertawa sendiri saat membacanya. Kami mulai makin mengenal satu sama lain, tapi lebih banyak dia yang tanya-tanya tentang diriku. Yah, tetap ku balas juga walau sekedarnya. Makin lama aku semakin nyaman saja ber-sms dengannya. Ngobrol dan curhat ini itu, tentang apa yang aku dan dia alami hari ini. Membuat aku jadi punya sedikit perasaan padanya. Tapi aku tidak mau seperti malah memberinya harapan, karena aku sudah punya Randi, pacarku.

Mengenai Randi pacarku, dia sebenarnya merupakan anak dari teman ayahku. Ayahku dan Pak Brata, ayahnya Randi, merupakan rekan bisnis. Mereka juga sudah berteman sejak lama. Hingga akhirnya mereka menjodohkan kami. Awalnya memang aku sedikit keberatan, tapi sikap Randi yang baik dan perhatian membuatku luluh juga, lagian saat itu aku sedang jomblo. Dia juga cukup ganteng, terlebih dia akan mewarisi perusahaan ayahnya kelak yang membuat dia cukup punya modal untuk berumah tangga. Orang tua kami merencanakan untuk segera menikahkan kami setelah kami lulus, karena memang tidak perlu menunggu apa-apa lagi. Randi sudah siap menggantikan pekerjaan ayahnya sedangkan aku lebih baik menjadi istri yang baik saja di rumah, tidak perlu berkarir segala kata mereka.

Ada perasaan tidak enak juga sebenarnya meladeni sms dari Tio ini. Aku takut ketahuan oleh Randi yang bisa membuatnya cemburu. Randi memang bukanlah tipe cowok yang posesif terhadapku, tapi aku tidak mau juga berhubungan dengan pria lain terlalu akrab sementara aku sudah dijodohkan.

“Aku tahu, kalau kamu sudah punya pacar” isi smsnya, membalas smsku sebelumnya yang mengatakan kalau aku sudah punya pacar, bahkan telah dijodohkan.

“Aku mau bertemu denganmu, aku ingin mengatakan sesuatu. Aku tunggu besok di halte tempat pertama kali aku meng-sms kamu” balasnya lagi. Aku cukup terkejut karenanya. Aku tidak mengira akhirnya dia mengajakku ketemuan. Tidak segera ku balas smsnya. Aku masih ragu apakah aku harus menemuinya atau tidak.

Esoknya setelah selesai kuliah, akhirnya aku beranikan juga untuk mengetahui rupa Tio ini. Hari ini sungguh gelap dan sepertinya akan turun hujan, sepertinya angin yang kencang merubah haluan hatiku untuk mau bertemu dengannya. Entah kenapa aku jadi berdebar begini, bukan berdebar karena takut fisiknya tidak sesuai dengan dugaanku. Tapi berdebar karena aku akan menemui seorang yang selama ini bisa membuat ku terhibur walau hanya dengan kata-kata sebuah pesan pendek. Seseorang di sana, di halte tersebut berdiri sendiri. Itu kah Tio? Hatiku makin berdebar tidak karuan. Segera ku temui pria itu.

Category:

Foto seks